PURA SAMUAN TIGA
Hy guys,,salam dua jari,,selamat datang di blog saya,,si blog ini saya masih akan ngasi tahu kalian destinasi wisata di bali,,kali ini saya akan membahas tentang sejarah"Pura Samuan Tiga".
Hy guys,,salam dua jari,,selamat datang di blog saya,,si blog ini saya masih akan ngasi tahu kalian destinasi wisata di bali,,kali ini saya akan membahas tentang sejarah"Pura Samuan Tiga".
Sejarah Pura
Sejarah Pura Samuan Tiga yang terletak di Desa Bedulu, Blahbatuh, Kabupaten Gianyar Bali, dan berfungsi sebagai tempat memuja kekuatan alam dan nenek moyang. Tergolong pura yang sudah tua, karena dibangun pada masa pra-sejarah, melewati perjalanan sejarah yang sangat panjang, sehingga ada kemungkinan ada informasi yang hilang, seperti yang ada di salah satu halaman dalam lontar Tatwa Siwa Purana menyebutkan bahwa pada masa pemerintahan Prabu Candrasangka membangun pura Penataran Sasih dan Samuan Tiga dan ilen-ilen (hiburan) tatkala piodalan seperti nampiyog nganten, sanghyang jaran nglamuk beha (menginjak bara), mapalengkungan siyat pajeng, pendet dan siyat sampian dengan tujuan menghilangkan sehananing letehdan membersihkan diri.
Setelah ditelusuri nama Prabu Candrasangka tidak ada dalam sejarah raja-raja yang ada di Bali tapi yang ada Candrabhayasingha Warmadewa yang tersimpan dalam prasasti di pura Sakenan Manukaya Tampaksiring, yang berisi sejarah pembuatan permandian tirta di Air Hampul (Tirta Empul). Sumber-sumber sejarah sangat penting untuk mengetahui lebih jelas sejarah-sejarah pura yang dibangun di Bali. Karena berdirinya setiap pura yang ada di Bali ada sejarahnya dan prasasti ataupun purana yang menyebutkan sejarah berdirinya.
Jika memang yang dimaksudkan dalam lontar Tatwa Siwa Purana adalah Candrabhayasingha Warmadewa (nama lain dari Prabu Candrasangka), maka dapat dikatakan pembuatan Pura Samuan Tiga pada saat pembuatan Tirta Empul pada abad ke-10 di masa Bali Kuna, dengan konsepsi keagamaan pada saat itu adalah setiap kerajaan harus memilik 3 buah pura utama, maka pada masa kerajaan ini. dibangunlah Pura Gunung yaitu Pura Tirta Empul di Tampaksiring, Pura Penataran adalah Pura Samuan Tiga, dan yang ketiga Pada masa Bali Kuna sering terjadi konflik sekte keagamaan, sehingga dalam perkembangannya Mpu Kuturan membuat suatu konsep Tri Murti guna menyatukan semua sekte dimana dalam konsep tersebut terdapat tiga dewa utama yaitu: Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa dengan pendirian Desa Pakraman dengan 3 pura kahyangan desa yaitu Pura Desa, Puseh dan Dalem.
Hanya itu yg saya tau,,sikian dan selamat membaca,,Please like and comment...

sangat menambah wawasan
BalasHapusMantap informasinya
BalasHapusWow
BalasHapus👍👍
BalasHapusHem
BalasHapus